Dalam bentuk padat itu sedikit radioaktif. Tapi itu adalah zat yang sangat berat, 1,7 kali lebih padat dari timah, dan digunakan untuk mengeraskan peluru sehingga bisa menembus baju besi dan baja.
Jika senjata dengan ujung atau inti depleted uranium menabrak benda padat seperti sisi tank, senjata itu akan langsung menembusnya dan kemudian meledak dalam awan uap yang terbakar.
Baca Juga:
Perang Makin Panas, Rusia Lancarkan 90 Drone Shahed Iran ke Ukraina
Uap berubah jadi debu, dan juga sedikit radioaktif.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pengiriman amunisi depleted uranium ke Ukraina berarti Inggris siap untuk melanggar hukum kemanusiaan internasional seperti pada tahun 1999 di Yugoslavia.
"Tidak diragukan lagi ini akan berakhir buruk bagi London," tambah Lavrov.
Baca Juga:
NATO Buka Pintu Normalisasi dengan Rusia, Tapi Ada Syarat
Pada Selasa malam, juru bicara Pentagon mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak akan mengirim amunisi apa pun dengan depleted uranium ke Ukraina.
Melansir Sindonews, roket dengan depleted uranium digunakan di Irak dan Balkan, di mana beberapa orang mengklaimdi mana hal itudikaitkan dengan kejadian cacat lahir.
Laporan Program Lingkungan PBB (UNEP) 2022 mengatakan depleted uranium merupakan masalah lingkungan di Ukraina.