WahanaNews.co | Arab Saudi melakukan eksekusi 81 pria dalam 24 jam terakhir, termasuk tujuh orang Yaman dan satu Suriah atas tuduhan "berkomplot dengan organisasi teroris asing" dan menganut "paham menyimpang".
Hal itu dilaporkan media pemerintah Saudi, SPA. Eksekusi massal ini diketahui adalah yang terbanyak dilakukan Saudi dalam sejarah modern.
Baca Juga:
BPKN Desak Pelaku Usaha Bertanggung Jawab atas Jemaah Umrah Korban Kecelakaan di Arab Saudi
Pada 2021 Saudi mengeksekusi 67 orang dan tahun sebelumnya 27 orang.
"Mereka ini dinyatakan melakukan berbagai tindak kejahatan termasuk pembunuhan orang tak berdosa, perempuan, dan anak-anak," kata kantor berita SPA kemarin, mengutip pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri, seperti dilansir laman Aljazeera, Minggu (13/3).
"Kejahatan yang dilakukan orang-orang ini termasuk bersumpah setiap terhadap organisasi teroris asing, seperti ISIS, al-Qaidah, dan Houthi," kata SPA.
Baca Juga:
20 Jamaah Umroh Asal Indonesia Mengalami Kecelakaan dalam Bus, 6 Diantaranya Meninggal Dunia
Sebagian yang lain pergi ke daerah konflik untuk bergabung dengan "organisasi teroris", kata SPA.
"Terdakwa semua sudah diberi hak untuk mendapat pengacara dan dijamin haknya sepenuhnya sesuai hukum Saudi selama proses pengadilan."
"Kerajaan akan terus mengambil sikap tegas dan tidak memberi toleransi terhadap terorisme dan ideologi ekstrem yang mengancam stabilitas seluruh dunia," kata laporan SPA.