Sebagai langkah antisipatif tambahan, sehari sebelumnya pemerintah Australia juga telah mengumumkan penyederhanaan prosedur impor pupuk guna mempercepat distribusi dan mengurangi hambatan logistik.
Sebelum terjadinya konflik, sekitar 60 persen impor pupuk urea Australia bergantung pada jalur distribusi melalui Selat Hormuz yang kini terdampak dinamika geopolitik.
Baca Juga:
Viral di Medsos, Langit Merah di Australia Barat Ternyata Efek Debu Siklon
Situasi tersebut mendorong Australia untuk segera mencari sumber pasokan alternatif yang lebih aman dan stabil.
Dalam konteks ini, hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia menjadi kunci penting dalam memastikan kelancaran kerja sama, termasuk dalam memfasilitasi proses perdagangan dan distribusi pupuk.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pupuk di dalam negeri Australia, tetapi juga memperkuat kolaborasi kedua negara dalam mendukung ketahanan pangan kawasan.
Baca Juga:
Ratusan SPBU Kosong, Australia Dilanda Krisis BBM
Di tengah ketidakpastian global, kerja sama ini menjadi contoh nyata bagaimana kemitraan internasional dapat berperan dalam menjaga stabilitas sektor vital seperti pertanian.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.