Para pejabat Uzbekistan mengatakan kepada VOA bahwa mereka mendengar duta besar Amerika tetapi takut akan Moskow.
Ketakutan itu telah membuat pemerintah mempertahankan kendali yang ketat atas pelaporan publik tentang perang.
Baca Juga:
Indonesia Bersinar di Uzbekistan, Dinov Finis Ketiga di Kompetisi Berkuda Asia
Media pemerintah tidak mencoba liputan independen tetapi hanya mengulangi posisi resmi.
Gerai-gerai swasta di Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Uzbekistan, sementara itu, menghadapi pengawasan resmi ketika mereka mencoba menganalisis konflik secara objektif atau mempertanyakan perang.
Para pejabat di beberapa situs dan saluran berita utama mengatakan kepada VOA bahwa mereka lebih suka menyensor sendiri daripada berurusan dengan pihak berwenang yang marah.
Baca Juga:
Timnas Hockey Putri Indonesia Tampil Perkasa, Juara Piala Asia Tengah 2025 di Uzbekistan
Di Uzbekistan, VOA menemukan bahwa hampir selusin reporter, editor, dan blogger dipanggil oleh Dinas Keamanan Negara pada bulan Maret karena liputan mereka tentang Ukraina.
Pejabat pemerintah mengatakan langkah-langkah tersebut diperlukan untuk memerangi informasi yang salah dan disinformasi tetapi menyangkal bahwa media independen dibungkam. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.