Pejabat kelima menilai Washington punya alasan untuk menjauhkan diri dari serangan, sehingga "apa yang mereka katakan secara terbuka harus dianggap remeh."
Pejabat keenam menyebut ini bukan kali pertama Trump “mengada-ada” soal percakapan dengan pemimpin Israel demi kepentingan politik.
Baca Juga:
Trump Nyaman dengan Dolar Lemah, Mata Uang AS Sontak Terjun Bebas ke Level Terendah
Qatar, sekutu utama AS di Timur Tengah, menjadi tuan rumah pangkalan militer terbesar Amerika di kawasan. Doha juga menjadi mediator penting dalam negosiasi gencatan senjata Israel-Hamas, pembebasan sandera, hingga rencana pascakonflik Gaza.
Para pimpinan Hamas yang jadi target serangan pekan lalu disebut sedang membahas kerangka kesepakatan yang diusulkan AS.
Pada Jumat setelah serangan, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani menghadiri jamuan makan malam bersama Trump, Wapres AS JD Vance, dan utusan Timur Tengah Steve Witkoff, usai bertemu selama satu jam di Gedung Putih dengan Vance dan Menlu Marco Rubio.
Baca Juga:
Pemerintahan Trump Siap-siap Pulangkan Warga Iran ke Zona Bahaya
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.