Seorang pejabat AS menegaskan bahwa aset militer ini bukan hanya untuk pengawasan, tetapi juga bisa digunakan sebagai pangkalan serangan terarah bila diperlukan.
Meskipun bentuk aksi militer AS belum diketahui, pengerahan kapal perusak dan ribuan marinir dianggap sebagai sinyal kuat kepada Maduro.
Baca Juga:
Machado Klaim Serahkan Nobel Perdamaian ke Trump dalam Pertemuan Politik
Pentagon bahkan memiliki opsi melakukan serangan udara, mencegat pengiriman narkoba, atau mengerahkan pasukan darat dari perairan internasional sewaktu-waktu.
Menanggapi situasi ini, Maduro mengumumkan pengerahan lebih dari 4,5 juta anggota milisi di seluruh Venezuela sebagai langkah defensif.
Mereka adalah sukarelawan yang diperbantukan untuk memperkuat pertahanan angkatan bersenjata terhadap potensi ancaman eksternal maupun internal.
Baca Juga:
Trump Mulai Nikmati Minyak Venezuela, Penjualan Perdana Tembus Rp 8,4 Triliun
“Kekaisaran telah menjadi gila dan kembali mengancam perdamaian dan ketenangan Venezuela,” kata Maduro dalam sebuah acara di Caracas tanpa merinci langkah militer lebih lanjut.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.