Proses evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat situasi di lapangan masih sangat rawan.
UNIFIL menyebutkan bahwa sumber ledakan kedua juga masih belum diketahui secara pasti.
Baca Juga:
Habib Aboe Puji Gerak Cepat Polda Kepri Ungkap Jaringan Judol Internasional di Batam
Penyelidikan lanjutan tengah dilakukan untuk memastikan apakah insiden tersebut berkaitan dengan aktivitas militer yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Organisasi tersebut menegaskan bahwa kejadian ini merupakan insiden fatal kedua dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Hal ini menjadi perhatian serius komunitas internasional terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian.
Baca Juga:
MY Esti Wijayati Minta BPS Sajikan Data Statistik yang Valid dan Kredibel
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk keras kedua serangan tersebut dan menegaskan bahwa personel penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target dalam konflik bersenjata.
PBB juga menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat konflik memiliki kewajiban untuk mematuhi hukum internasional.
Pejabat PBB turut menyampaikan bahwa pasukan UNIFIL akan tetap menjalankan mandat Dewan Keamanan meskipun menghadapi situasi yang sangat berbahaya di lapangan.