WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian dunia United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur dalam dua insiden berbeda di wilayah Lebanon selatan.
Informasi ini dihimpun dari sejumlah sumber internasional, termasuk UN News, BBC, dan Al Jazeera.
Baca Juga:
Akui Kekecewaan, Ketua Komisi IV DPRD Minta Pegawai Puskesmas Rawa Tembaga Nonjob
Kedua peristiwa tragis tersebut terjadi dalam rentang waktu kurang dari 24 jam dan berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara pasukan Israel dan kelompok Hezbollah.
Situasi keamanan di kawasan tersebut memang dilaporkan semakin tidak stabil dalam beberapa pekan terakhir.
Insiden pertama terjadi pada Minggu malam, 28 Maret 2027, ketika sebuah proyektil menghantam posisi pasukan UNIFIL di sekitar Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan.
Baca Juga:
Perluas Pemasaran Hasil Pertanian,Pemkab Karo Kirim Komoditas Unggulan Tahap ke 2 ke Palangkaraya
Ledakan tersebut menyebabkan satu prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, satu personel lainnya mengalami luka kritis dan segera mendapatkan penanganan medis darurat.
Pihak UNIFIL menyampaikan bahwa asal proyektil tersebut belum dapat dipastikan dan investigasi langsung dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.