Pada Senin (24/5/2021), tim pencari Palestina di Gaza masih
berusaha menjangkau sisa-sisa pejuang yang terkubur di dalam terowongan ketika
penduduk setempat menghitung kerugian akibat aksi saling serang rudal 11 hari.
Di Israel, seorang sumber mengatakan kepada The Mirror:
"Sekarang dipercaya sekitar 80 terbunuh, banyak di antaranya masih terkubur
jauh di bawah tanah."
Baca Juga:
Koalisi Kejutan Terbentuk, Bennett-Lapid Siap Akhiri Era Netanyahu
"Pada saat itu diyakini operasi penipuan telah
menargetkan sebanyak 200 orang, tetapi tampaknya 80 adalah hitungan terbaru,
dari intelijen yang dikumpulkan di Gaza," ujar sumber tersebut yang
dilansir Selasa (25/5/2021).
Gencatan senjata antara militan Hamas Gaza dan Israel telah
memasuki hari kelima pada hari ini. Militer Zionis telah mengancam akan
membalas dengan kekuatan penuh jika kelompok perlawanan Palestina itu melanggar
gencatan senjata dengan melepaskan tembakan roket.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan setidaknya 248
orang, termasuk lebih dari 100 wanita dan anak-anak, tewas selama perang 11
hari.
Baca Juga:
Israel Kembali Hantam Jalur Gaza, Bocah 14 Tahun Tewas Kena Rudal
Israel mengatakan pihaknya menewaskan sedikitnya 225 militan
selama pertempuran itu.
Hamas belum memberikan angka korban bagi para pejuangnya,
tetapi juga diyakini sebanyak 12 komandan seniornya tewas dalam serangan udara
Zionis.
Hussan Abu Harbeed, seorang veteran komandan Jihad Islam
Palestina juga tewas dalam serangan udara Zionis.