Informasi awal mengenai kebakaran diterima perusahaan pelayaran dari nakhoda kapal, namun komunikasi terputus tidak lama setelah laporan darurat disampaikan.
"Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00-07.00 WIB dan setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali," ujar Nanang.
Baca Juga:
Tata Kelola Penjualan Tiket Buruk, Rugikan Konsumen!
Terputusnya komunikasi membuat Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak, Pos SAR Sumenep, dan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget untuk melacak posisi kapal sekaligus mengerahkan armada penyelamat.
Sementara itu, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur juga menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
"Tim penyidik dan intelijen Polda Jatim akan diterjunkan ke kawasan perairan Madura," kata Kasi Intel Air Polda Jatim, Kompol Riyanto.
Baca Juga:
KM Sabuk Nusantara 91 Terbakar di Pelabuhan Sumenep, Satu Orang Meninggal
Di tengah proses penyelidikan, tim SAR gabungan bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi berhasil mengevakuasi ratusan penumpang.
Berdasarkan data Kantor SAR Surabaya hingga Minggu (2/8/2026) pukul 15.15 WIB, sebanyak 222 orang telah dievakuasi, terdiri atas 218 penumpang selamat dan empat orang meninggal dunia.
Korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal, di antaranya KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, KM Transco Arafura, KM Meratus Project 3, KM Prakarsa Mas, dan KM SC Aila XVII.