WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran bisa dihentikan dalam waktu relatif dekat, menandai indikasi paling jelas sejauh ini bahwa konflik yang telah berlangsung selama sebulan mungkin telah memasuki fase akhir.
"Kami akan segera pergi," ujarnya, Selasa (31/3/2026) waktu setempat, mengutip CNBC Indonesia.
Baca Juga:
Inggris Siap Pimpin Operasi Militer di Selat Hormuz
Ia menambahkan bahwa penarikan dapat terjadi "dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga."
Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling tegas dari Trump bahwa ia berniat mengakhiri perang yang selama satu bulan terakhir telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah, mengguncang pasar energi global, serta memengaruhi arah kepresidenannya sebagai kandidat dari Partai Republik.
Trump juga menegaskan bahwa penghentian operasi militer tidak harus bergantung pada tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Teheran. Ketika ditanya apakah keberhasilan diplomasi menjadi syarat utama penghentian konflik, ia menjawab tegas.
Baca Juga:
Hanya 36 Persen Warga AS Masih Dukung Trump
"Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak," katanya. "Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya."
Sebaliknya, Trump menyatakan bahwa syarat utama bagi Washington untuk mengakhiri kampanye militer adalah melemahkan kemampuan Iran secara signifikan, terutama terkait potensi pengembangan senjata nuklir.
Menurutnya, Iran harus "dimasukkan ke zaman batu," sehingga tidak lagi memiliki kemampuan untuk segera memperoleh senjata nuklir. "Kemudian kami akan pergi," kata Trump.