WAHANANEWS.CO, Jakarta - Popularitas Presiden Amerika Serikat Donald Trump anjlok tajam ke titik terendah, dihantam lonjakan harga BBM dan gelombang penolakan terhadap perang yang ia lancarkan ke Iran.
Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Trump terungkap dalam hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Selasa (24/3/2026).
Baca Juga:
Inggris Siap Pimpin Operasi Militer di Selat Hormuz
Survei tersebut menunjukkan hanya 36 persen warga Amerika yang puas terhadap kinerja Trump, turun signifikan dari 40 persen pada pekan sebelumnya.
Kemerosotan ini terjadi seiring meningkatnya tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama akibat melonjaknya biaya hidup.
Tercatat hanya 25 persen responden yang menyatakan puas terhadap penanganan Trump dalam isu biaya hidup.
Baca Juga:
Kabais TNI Serahkan Jabatan, Respons Tegas atas Kasus Penyiraman Aktivis
Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan ekonomi yang sebelumnya menjadi kekuatan politik Trump justru berbalik menjadi beban.
Penilaian publik terhadap kinerja ekonomi Trump juga mengalami penurunan tajam.
Hanya 29 persen responden yang menyatakan puas terhadap pengelolaan ekonomi, menjadi tingkat terendah sepanjang masa kepemimpinannya.