Ia juga dituding memaksa Presiden Panama saat itu, Nicolás Ardito Barletta, untuk mengundurkan diri pada 1985, membatalkan pemilu 1989, serta menumbuhkan sentimen anti-Amerika Serikat di Panama.
Invasi Panama tercatat sebagai operasi militer terbesar yang dilakukan AS sejak Perang Vietnam.
Baca Juga:
Trump Nekat Ingin Beli Greenland, NATO Bereaksi Keras
Noriega akhirnya diterbangkan ke Amerika Serikat untuk diadili dan menjalani hukuman penjara hingga 2010.
2. Saddam Hussein
Kasus lainnya adalah penangkapan Presiden Irak Saddam Hussein oleh pasukan Amerika Serikat pada 13 Desember 2003, sekitar sembilan bulan setelah invasi dan pendudukan Irak dimulai.
Baca Juga:
Kolombia Nyatakan Siap Berantas Narkoba, Setelah Trump Ancam Petro
Invasi tersebut didasarkan pada tuduhan bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal (WMD), meskipun klaim tersebut kemudian tidak pernah terbukti.
Saddam, yang sebelumnya pernah menjadi sekutu Washington pada era Perang Iran–Irak di dekade 1980-an, ditemukan bersembunyi di sebuah lubang bawah tanah dekat kampung halamannya di Tikrit.
Ia kemudian diadili oleh pengadilan Irak, dijatuhi hukuman mati, dan dieksekusi pada 30 Desember 2006.