“Ini adalah pencarian 'jarum di tumpukan jerami' yang sesungguhnya, tetapi dalam kasus ini, itu adalah jiwa pemberani seorang warga AS di dalam celah gunung, tak terlihat kecuali berkat kemampuan CIA,” ungkap pejabat senior tersebut.
CIA juga dilaporkan menjalankan operasi penipuan dengan menyebarkan informasi palsu bahwa pilot telah ditemukan lebih awal untuk mengelabui pihak lawan.
Baca Juga:
Negosiasi Buntu Perang AS-Iran Jilid 2 Siaga Pecah
Trump kemudian mengklaim keberhasilan misi tersebut melalui media sosial Truth Social menjelang tengah malam sebelum akhirnya beristirahat sekitar pukul 02.00 dini hari.
“Prajurit pemberani ini berada di belakang garis musuh di pegunungan Iran yang berbahaya, diburu oleh musuh-musuh kita yang semakin mendekat dari jam ke jam,” katanya.
Keesokan harinya, Trump mengeluarkan pernyataan keras yang memicu kontroversi global dengan memerintahkan Iran membuka Selat Hormuz.
Baca Juga:
Trump Tuduh Iran Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata: Deal atau Hancur!
"Bukalah selat itu atau kalian akan hidup di neraka," tulisnya.
Pada Senin (7/4/2026) -- ancaman tersebut meningkat drastis ketika Trump menyebut seluruh peradaban bisa hancur dalam semalam jika Iran tidak mematuhi perintahnya.
Ketika seorang penasihat mempertanyakan pernyataan tersebut, Trump menegaskan bahwa ide tersebut berasal dari dirinya sendiri.