Kesepakatan penyelesaian sengketa Kanada-China tercapai pada 16 Januari dan mencakup isu kendaraan listrik buatan China serta produk pertanian asal Kanada.
Saat itu, Mark Carney menyebut kesepakatan tersebut sebagai awal kemitraan strategis baru dengan Beijing.
Baca Juga:
Komisi III DPR RI Tinjau Kinerja Polda Jambi dan Pelaksanaan KUHP
Trump sempat merespons kesepakatan itu dengan nada lebih lunak sebelum kembali mengeluarkan ancaman.
“Jika Anda bisa meneken kesepakatan dengan China, Anda harus melakukannya,” kata Trump kepada wartawan di Washington.
Sejak menjabat sebagai perdana menteri tahun lalu, Carney yang berlatar belakang gubernur bank sentral menjadikan diversifikasi perdagangan sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Baca Juga:
Trump Tak Mundur soal Greenland, Sekutu Eropa Tertekan
Ia menilai langkah tersebut penting mengingat arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang dinilai sulit diprediksi.
Data sebelum Trump menjabat untuk kedua kalinya menunjukkan sekitar 20 persen perekonomian Kanada bergantung pada perdagangan dengan Amerika Serikat.
Dalam kunjungannya ke Beijing, Carney bahkan menyebut China sebagai mitra dagang yang lebih dapat diandalkan dibandingkan AS.