USAF melalui Kepala Staf, Jenderal Charles "CQ" Brown dalam sebuah pernyataan yang dirilis bertepatan dengan pengumuman kontrak baru menyebutkan bahwa program B-21 Raider merupakan dasar dari kebutuhan operasional USAF .
“Program B-21 Raider adalah dasar dari kebutuhan operasional Angkatan Udara untuk keluarga sistem serangan jarak jauh yang efektif untuk menjamin kemampuan kami untuk menyerang target apa pun, kapan saja, di mana saja, bahkan di lingkungan yang paling diperebutkan,” kata Jenderal Charles.
Baca Juga:
Daftar Terbaru Militer Terbesar Dunia 2026, Indonesia Termasuk
Setelah selesai, pesawat kemungkinan akan ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth, South Dakota, pangkalan operasi utama pertama Raiders.
Pangkalan Angkatan Udara Whiteman, Missouri, dan Pangkalan Angkatan Udara Dyess, Texas, juga diharapkan menjadi pangkalan operasi utama.
B-21 Raider dinamai dari Doolittle Raiders, penerbang yang dikenal melakukan serangan udara pertama melawan Jepang selama Perang Dunia II.
Baca Juga:
Konflik Melebar, Washington Kirim Marinir dari Jepang ke Timur Tengah
Pesawat pada akhirnya akan menggantikan generasi tua dari pembom jarak jauh termasuk B-1B Lancer, B-2 Spirit dan kemungkinan B-52 Stratofortress.[jef]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.