"Tim Presiden Trump sedang memfasilitasi diskusi positif yang sedang berlangsung dengan perusahaan minyak yang siap dan bersedia melakukan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memulihkan infrastruktur minyak Venezuela," ujar juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers dalam pernyataannya, seperti dikutip CNN International, Sabtu (17/1/2026).
Namun, rencana ambisius tersebut belum sepenuhnya mulus di mata industri energi AS. Sejumlah eksekutif energi, termasuk CEO ExxonMobil Darren Woods, menyatakan kehati-hatian mereka dalam berbisnis di Venezuela yang infrastrukturnya rusak parah.
Baca Juga:
Operasi Dalam Rezim, Ada Jejak Manuver Senyap di Balik Jatuhnya Maduro
Woods menilai bahwa kondisi saat ini masih "tidak layak investasi" dan memerlukan kerangka hukum serta komersial yang jelas sebelum perusahaan menanamkan modal besar.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa industri minyak AS akan menginvestasikan setidaknya US$100 miliar (Rp1,686 triliun) untuk membangun kembali sektor energi Venezuela, meskipun belum jelas dari mana angka tersebut berasal.
Di tengah pertemuan dengan para eksekutif minyak di Gedung Putih pekan lalu, sebagian perusahaan justru enggan berkomitmen pada investasi besar di negara yang tengah dalam konflik politik dan ekonomi tersebut.
Baca Juga:
Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela, Pemerintah Maduro Nyatakan Tidak Tahu Keberadaan Pemimpinnya
Penjualan ini dilakukan setelah serangkaian peristiwa geopolitik besar yang melibatkan perubahan rezim di Venezuela dan pengambilalihan kendali atas cadangan minyak negara Amerika Selatan itu.
Sebelumnya, AS melakukan operasi militer yang menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada awal Januari lalu dan penunjukan pemerintahan sementara yang pro-AS di Caracas. Sejak itu, AS mengambil alih kontrol atas ekspor minyak Venezuela dan berencana memasarkan output tersebut ke pasar global.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.