Rangkaian aksi saling balas serangan itu makin melemahkan upaya mengubah kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai bulan lalu menjadi perjanjian damai permanen guna mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran.
Sebelum menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki, Trump ditanya oleh wartawan mengenai status nota kesepahaman (MoU) yang disepakati bulan lalu.
Baca Juga:
Menhan Israel Ancam Pemimpin Iran, Sebut Nasib Khamenei Jadi Peringatan
Menanggapi pertanyaan tersebut, Trump secara tegas menyatakan dirinya menganggap kesepakatan itu sudah tidak berlaku lagi.
"Pertanyaan yang sangat menarik. Menurut saya, kesepakatan itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan lagi dengan mereka," kata Trump kepada wartawan di Ankara, sebagaimana dilansir Reuters.
Trump kemudian melontarkan pernyataan yang lebih keras terhadap pemerintah Iran.
Baca Juga:
Beberapa Bulan Setelah Tewas, 3 Fakta-Fakta Proses Pemakaman Khamenei!
"Mereka adalah sampah. Mereka adalah orang-orang yang sakit. Mereka dipimpin oleh orang-orang yang sakit," ujarnya.
"Sejauh menyangkut saya, berurusan dengan mereka hanyalah membuang-buang waktu," tambah Trump.
Trump sebelumnya memperingatkan bahwa perang akan memicu "bencana ekonomi" apabila konflik terus berlanjut. Namun kini ia menghadapi tekanan politik yang sama besarnya untuk mengakhiri konflik tersebut.