Pada Jumat (28/2/2025), Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan besar, korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga:
Kontroversi Trump: Iran Disebut Habis Tenaga tapi Masih Dipersilakan ke Piala Dunia
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Setelah kematian Ali Khamenei, putranya Mojtaba Khamenei kemudian terpilih sebagai pemimpin baru Iran.
Pemerintah Iran tidak mengumumkan perubahan lain dalam struktur kepemimpinan militer negara tersebut setelah pergantian tersebut.
Baca Juga:
Konflik Melebar, Washington Kirim Marinir dari Jepang ke Timur Tengah
Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel pada awalnya menyatakan serangan yang mereka lakukan sebagai langkah “pendahuluan” untuk menghadapi ancaman yang dinilai berasal dari program nuklir Iran.
Namun seiring perkembangan situasi, kedua negara tersebut secara terbuka memperjelas bahwa tujuan strategis mereka adalah mendorong terjadinya perubahan rezim di Iran.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.