WahanaNews.co | Australia mengumumkan bakal segera membuka pintu sepenuhnya bagi seluruh warga asing (WNA) pemegang visa mulai 21 Februari mendatang. Namun, WNA yang diizinkan mengunjungi Australia hanya orang-orang yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 lengkap.
Pembukaan perbatasan ini dilakukan Australia setelah menutup pintu bagi pendatang asing selama hampir dua tahun terakhir guna menekan penyebaran virus corona.
Baca Juga:
Hadir di Indonesia, BrainEye Bakal Jadi Solusi Kesehatan Otak Berbasis Teknologi AI
"Jika Anda telah divaksinasi lengkap, kami menunggu kedatangan Anda kembali di Australia," kata Perdana Menteri Scott Morrison, Senin (7/2), dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, Australia telah membuka perbatasan mereka untuk pelajar dan pekerja pada Desember lalu. Mereka tak perlu lagi mengajukan dokumen pengecualian perjalanan.
"Kembalinya pekerja profesional dan pelajar ke Australia merupakan tonggak utama upaya pemulihan kami," kata Morrison pada 22 November 2021, seperti dikutip Reuters.
Baca Juga:
Apresiasi Importir Australia, Pemerintah Indonesia Serahkan Primaduta Award 2024
Australia menutup perbatasan sejak Mei 2020 ketika Covid-19 mulai menyebar di Negeri Kanguru. Pemerintahan Morrison bahkan membatasi warga di luar negeri yang ingin pulang, menuai protes dari beberapa pihak karena dinilai mengabaikan masyarakat sendiri.
Sementara itu, pelajar dan pekerja asing merupakan salah satu sumber devisa Australia. Pelajar asing menyumbang sekitar 35 miliar Australia (Rp360 triliun) per tahun bagi perekonomian Negeri Kanguru. Banyak universitas di Australia yang mengandalkan pelajar asing untuk menopang perekonomian.
Karena itu, pembatasan Covid-19 yang diterapkan selama dua tahun terakhir membuat fasilitas pendidikan tinggi di negara itu harus memecat ratusan pekerja mereka. Mengutip Worldometers, Australia kini mencatat kenaikan infeksi virus corona sebanyak 23.706 kasus per Minggu (6/2).