WAHANANEWS.CO, Jakarta - Isu Greenland kembali memanas setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio memberi tahu anggota parlemen bahwa Presiden AS Donald Trump lebih memilih opsi membeli Greenland ketimbang menginvasi wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Rubio dalam pengarahan tertutup bersama anggota parlemen dari komisi angkatan bersenjata dan kebijakan luar negeri pada Senin (5/1/2026).
Baca Juga:
'Pulau Hijau' yang Dipenuhi Hamparan Salju, Inilah Asal-usul Nama Greenland
Pada hari yang sama, Trump juga memerintahkan para ajudannya untuk menyusun dan menyampaikan rencana terbaru terkait langkah Amerika Serikat terhadap Greenland.
Meski agenda utama pengarahan Kongres tersebut membahas situasi Venezuela, sejumlah anggota parlemen justru menyampaikan kekhawatiran serius terkait arah kebijakan Trump terhadap Greenland.
Kekhawatiran itu muncul menyusul pernyataan agresif Trump dalam beberapa hari terakhir serta komentar keras dari salah satu ajudan utamanya, Stephen Miller.
Baca Juga:
Rencana Trump Kuasai Greenland Dapat Dukungan Warga Lokal, Ini Alasan Mereka
Hingga kini, Rubio tidak memaparkan secara rinci seperti apa konsep atau mekanisme rencana Trump untuk membeli Greenland.
Trump diketahui menghabiskan puluhan tahun sebagai pengembang properti di New York, dan latar belakang serupa juga dimiliki oleh salah satu utusan diplomatik utamanya, Steve Witkoff.
Ketertarikan Trump terhadap Greenland sejatinya bukan hal baru karena keinginan tersebut sudah muncul sejak masa jabatan pertamanya.