Namun demikian, Menkes menyampaikan masih terdapat beberapa puskesmas yang belum sepenuhnya pulih.
Empat puskesmas di Provinsi Aceh hingga kini masih dalam tahap pemulihan akibat tingkat kerusakan yang cukup parah.
Baca Juga:
Kemenkes Soroti Lonjakan Korban Jiwa Kecelakaan di Jalur Non-Tol Saat Libur Nataru
"Belum bisa beroperasi penuh karena kondisinya cukup berat dan lumpurnya masih tinggi," ucapnya.
Menkes mengakui, tantangan utama dalam penanganan fasilitas kesehatan terdampak bencana adalah akses menuju lokasi yang tidak mudah.
Sejumlah daerah hanya dapat dijangkau menggunakan perahu, kendaraan khusus, hingga sepeda motor trail, dengan waktu tempuh mencapai enam jam perjalanan.
Baca Juga:
Mendorong Gugatan Class Action Bencana Ekologis Pulau Sumatra
Selain infrastruktur kesehatan, kondisi pengungsian juga menjadi perhatian pemerintah. Saat ini, sekitar 300 ribu warga masih mengungsi di lebih dari 1.000 titik pengungsian, termasuk di 76 desa terpencil yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan logistik.
"Ini yang terus menjadi perhatian kami," ujarnya.
Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, Kementerian Kesehatan telah mengerahkan dan melakukan rotasi terhadap sekitar 3.200 tenaga relawan kesehatan di wilayah terdampak.