WahanaNews.co | Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta setiap calon pengantin untuk mengkonsumsi daun kelor (moringa oleifera) yang kaya akan kalsium dan bermanfaat besar bagi tubuh.
“Saya meminta kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan produk lokal dalam upaya percepatan penurunan stunting, termasuk memanfaatkan daun kelor yang telah terbukti memiliki berbagai macam nutrisi,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Kamis (3/11/2022).
Baca Juga:
Edy Rahmayadi Kampanye Akbar di Labura: Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur
Dalam Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting dan Launching Pemanfaatan Kelor untuk Stunting di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Hasto membeberkan daun kelor mengandung kalsium yang sangat tinggi yakni empat kali lipat lebih tinggi daripada susu.
Daun kelor juga tinggi vitamin C bahkan tujuh kali lipat daripada buah jeruk. Tingginya asam folat yang ada dalam daun kelor pun, dapat membantu calon ibu dan ibu hamil agar tidak terjadi anemia atau kekurangan darah saat mengandung yang akan berakibat lahirnya bayi stunting baru.
“Perangi stunting tidak harus mahal, tapi protein hewani juga penting. Kelor memang mengandung asam amino luar biasa, tapi untuk menyempurnakan konsumsi juga telur dan ikan,” ucapnya.
Baca Juga:
Program KKS, Milik Semua Instansi dan Masyarakat Dairi
Hasto menegaskan Kota Palu di Sulawesi Tengah misalnya, memiliki sumber daya pangan lokal yang berlimpah termasuk telur dan ikan.
Diharapkan pola pikir masyarakat tidak lagi konsumtif membeli produk pangan impor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Maka sekarang harus membela dan membeli produk sendiri. Kita terlalu banyak uang kita dibuang ke luar negeri. Kita berdikari harus beli produk lokal karena target Pak Presiden Joko Widodo stunting harus turun 14 persen dan produk lokal harus digalakkan,” katanya.