WAHANANEWS.CO, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi meluncurkan Gerakan Seribu Kader Sadar Pangan Aman (SAPA) Berbasis Budaya sebagai upaya memperkuat budaya keamanan pangan di lingkungan pendidikan.
Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Kebudayaan guna meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap pentingnya mengonsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi.
Baca Juga:
Netty Soroti Tantangan Pengawasan Obat Era Digital, Edukasi Publik Harus Diperkuat
Peluncuran gerakan tersebut juga dibarengi dengan penerbitan tiga Keputusan Kepala BPOM yang menjadi pedoman penyelenggaraan keamanan pangan di Indonesia, termasuk sebagai acuan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, inisiatif tersebut lahir sebagai respons terhadap masih tingginya angka gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pangan yang tidak aman.
Menurutnya, edukasi harus dilakukan secara masif agar masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, memahami pentingnya memilih dan mengonsumsi makanan yang memenuhi standar keamanan.
Baca Juga:
BPOM Mata-matai 263 Ribu Akun Penjual Kosmetik Ilegal, Mayoritas Beroperasi Online
"Satu dari sepuluh orang mengalami gangguan kesehatan akibat makanan. Karena itu kami meluncurkan Gerakan Seribu Kader Sadar Pangan Aman Berbasis Budaya di seluruh Indonesia," ujarnya usai peluncuran program, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Taruna menjelaskan, salah satu keputusan yang diterbitkan BPOM mengatur tata laksana keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Pedoman tersebut disusun melalui kajian ilmiah dan melibatkan para ahli di bidang gizi maupun kesehatan sehingga dapat dijadikan standar pelaksanaan secara nasional.
"Aturan tata laksana dan buku panduan yang kami luncurkan bukan keputusan politik. Semuanya disusun berdasarkan rekomendasi para ahli gizi dan kesehatan," katanya.
Ia menambahkan, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 115, BPOM memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan makanan, distribusi, hingga pemberian edukasi kepada para penerima manfaat agar seluruh tahapan memenuhi standar keamanan pangan.
Dalam pelaksanaannya, BPOM akan memfokuskan program pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan pangan lebih tinggi berdasarkan data yang dimiliki lembaga tersebut.
Meski demikian, edukasi mengenai keamanan pangan tetap akan diperluas secara bertahap ke seluruh sekolah di Indonesia.
"Tentu kami mengutamakan daerah-daerah yang rawan berdasarkan data yang kami miliki. Tujuan akhirnya seluruh anak sekolah mendapatkan edukasi mengenai pangan yang aman," ucapnya.
Taruna mengungkapkan, hingga saat ini BPOM baru mampu menjangkau sekitar 60 ribu sekolah di berbagai daerah.
Padahal, jumlah satuan pendidikan di Indonesia mencapai lebih dari 260 ribu sekolah sehingga diperlukan kerja sama lintas sektor agar cakupan edukasi dapat diperluas.
Karena itu, BPOM akan melibatkan guru, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam pelaksanaan Gerakan Seribu Kader SAPA.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun budaya keamanan pangan sejak usia dini sekaligus membentuk kebiasaan peserta didik untuk memilih makanan yang aman dan bergizi.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan bahwa Gerakan Seribu Kader SAPA selaras dengan upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman.
Menurutnya, pembiasaan mengonsumsi makanan sehat merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter dan perilaku hidup sehat peserta didik.
Abdul Mu'ti menilai keberadaan kader pangan aman di sekolah akan memperkuat budaya hidup sehat sejak dini.
Sekolah, kata dia, memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan memilih makanan yang aman sehingga dapat mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
"Gerakan ini menjadi bagian penting membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan. Kami berharap seluruh warga sekolah bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung keamanan pangan," ujarnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]