Budi mengungkapkan bahwa usulan tersebut telah disampaikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang.
Menurutnya, pemberian makanan bergizi secara rutin selama proses pengobatan akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh pasien sehingga peluang untuk sembuh menjadi lebih besar.
Baca Juga:
Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Jadi Sorotan, Wamenkes Jelaskan Perbedaannya dengan Varian di Indonesia
“Kalau kita obati dan gizinya disuplai, ditambah. Kemungkinan sembuhnya lebih besar,” ujarnya.
Selain penderita TB, Menkes juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kelompok rentan lainnya, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ketiga kelompok tersebut memiliki kebutuhan gizi yang tinggi sehingga perlu mendapatkan dukungan melalui Program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga:
Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Global, Kemenkes Perketat Pintu Masuk RI
Ia menjelaskan, pemenuhan gizi bagi ibu hamil sangat penting untuk mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan yang dapat dialami ibu maupun janin.
Sementara itu, asupan gizi ibu menyusui juga harus terjaga agar proses pemberian air susu ibu (ASI), terutama pada dua tahun pertama kehidupan anak, dapat berlangsung secara optimal.
Menurutnya, balita juga menjadi kelompok yang tidak boleh diabaikan karena berada pada masa emas pertumbuhan.