Hal ini diperkuat lewat analisis tambahan terhadap sekitar 9.300 orang berusia di atas 60 tahun, yang mengalami stroke dan sekitar 25 ribu kelompok kontrol tanpa stroke.
Hasilnya, peningkatan risiko stroke pada pemilik golongan darah A tidak lagi signifikan pada kelompok usia lanjut. Hal ini mengindikasikan mekanisme stroke usia muda kemungkinan berbeda dengan stroke pada orang yang lebih tua.
Baca Juga:
Refleksi "Hari Kanker Se-Dunia"
Bagaimana dengan Golongan Darah Lainnya?
Penelitian ini juga menemukan fakta terkait stroke pada golongan darah lainnya. Pada orang dengan golongan darah B berisiko 11 persen lebih mungkin mengalami stroke, dibandingkan kelompok tanpa stroke dan tidak memandang usia.
Sebelumnya, sejumlah studi lain juga menemukan bagian genom penentu golongan darah atau lokus ABO berkaitan dengan kalsifikasi arteri koroner. Ini dapat membatasi aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung.
Baca Juga:
7 Bahaya Tidur Langsung Setelah Makan, Jangan Sepelekan!
Variasi genetik pada golongan darah A dan B juga disebut berkaitan dengan risiko pembekuan darah di pembuluh vena atau trombosis vena.
Meski begitu, peneliti menegaskan tambahan risiko stroke pada pemilik golongan darah A tergolong kecil, sehingga tidak perlu pemeriksaan khusus atau kewaspadaan berlebihan.
"Kita jelas membutuhkan lebih banyak studi lanjutan untuk memperjelas mekanisme peningkatan risiko stroke," pungkas Kittner.