Cara penyajiannya cukup mudah, yakni jahe digeprek atau diiris tipis, kemudian direbus atau diseduh menggunakan air panas selama beberapa menit sebelum diminum dalam keadaan hangat.
Selain kandungan senyawa aktifnya, minuman hangat juga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan memberikan rasa nyaman ketika sedang mengalami demam atau flu, sementara tambahan madu sering dimanfaatkan untuk membantu meredakan tenggorokan sekaligus mengurangi rasa pedas jahe.
Baca Juga:
Eropa Dilanda Suhu Rekor pada Juni 2026, Puluhan Orang Dilaporkan Meninggal
Meski demikian, konsumsi jahe tidak dianjurkan secara berlebihan karena berdasarkan studi Ginger on Human Health: A Comprehensive Systematic Review, asupan jahe dalam jumlah berlebihan dapat memicu gangguan lambung, rasa panas di dada (heartburn), mual, hingga diare pada sebagian orang.
Oleh karena itu, jahe lebih tepat digunakan sebagai pendamping untuk membantu meredakan gejala ringan, bukan sebagai pengganti pengobatan utama.
Apabila demam tinggi berlangsung dalam waktu lama atau disertai sesak napas, muntah hebat, penurunan kesadaran, maupun tanda-tanda infeksi serius lainnya, penderita tetap disarankan segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Baca Juga:
OJK Catat Kredit Macet Pinjol 4,62 Persen, Pengamat Sebut Jadi Alarm Dini
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.