WAHANANEWS.CO, Jakarta - Munculnya kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di kawasan Samudra Atlantik pada awal Mei 2026 memicu perhatian luas masyarakat internasional.
Dalam insiden tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang lainnya mengalami sakit dengan kondisi yang cukup serius hingga kritis.
Baca Juga:
Kemenkes Temukan Dugaan Kelebihan Jam Kerja dalam Kasus Meninggalnya dr Myta Aprilia
Peristiwa ini menjadi alarm penting mengenai ancaman hantavirus yang selama ini dikenal dapat menyebabkan gangguan kesehatan berat pada manusia.
Virus tersebut mampu menyerang organ vital seperti paru-paru dan ginjal dengan tingkat fatalitas yang tergolong tinggi apabila tidak segera ditangani.
Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang berasal dari hewan pengerat, khususnya tikus, dan dapat menular kepada manusia melalui berbagai bentuk paparan.
Baca Juga:
Segera Hindari! 5 Makanan Paling Cepat Merusak Fungsi Ginjal
Penularan paling umum terjadi akibat kontak dengan urine, feses, maupun air liur tikus yang telah terinfeksi.
Selain itu, virus juga dapat menyebar melalui partikel udara yang tercemar sehingga berisiko terhirup manusia.
Paparan hantavirus juga bisa terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi serta kebiasaan menyentuh area wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah memegang benda yang terpapar virus.