Dalam kondisi tertentu, gejala dapat berkembang menjadi lebih berat dan memengaruhi fungsi organ vital.
Penderita bisa mengalami batuk disertai sesak napas akibat gangguan pada paru-paru.
Baca Juga:
Bupati Tapteng Hadiri Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien
Tak hanya itu, hantavirus juga dapat memicu nyeri dada dan peningkatan detak jantung.
Pada tahap yang lebih parah, infeksi berpotensi menyebabkan gangguan ginjal, tekanan darah menurun drastis, hingga perdarahan yang membahayakan nyawa.
Selain mengenali gejalanya, masyarakat juga perlu memahami berbagai jalur penularan virus di lingkungan sekitar.
Baca Juga:
Jangan Sampai jadi Korban! Peserta BPJS Rentan Dicurangi Administrasi Pelayanan Kesehatan
Penularan hantavirus dapat terjadi melalui beberapa kondisi berikut:
- Kontak langsung dengan urine, feses, maupun air liur tikus yang terinfeksi.
- Menghirup udara yang telah tercemar partikel virus dari lingkungan terkontaminasi.