Selain wilayah Aceh, Kemenkes juga mencatat masih terdapat lebih dari 50 desa di sejumlah daerah di Sumatra yang hingga kini belum sepenuhnya dapat dijangkau akibat dampak bencana alam.
Relawan dari puskesmas terdekat akan diterjunkan dengan skema penugasan yang hampir serupa, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Baca Juga:
Kemenkes Perketat Kewaspadaan Nasional Antisipasi Ancaman Virus Nipah
“Lakukan apa saja yang bisa dikerjakan, mulai dari skrining kesehatan, cek warga, membersihkan lingkungan, sampai membantu menyambung saluran air. Datang ke sana, tugas Anda adalah menjadi lentera bagi masyarakat,” kata Menkes Budi menutup.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatra terus bertambah. Hingga saat ini, total korban jiwa tercatat mencapai 1.129 orang.
"Per hari ini, rekapitulasi tiga provinsi mengalami penambahan 17 jiwa. Sehingga untuk korban meninggal dunia itu total menjadi 1.129 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB Abdul Muhari.
Baca Juga:
DPR Desak Perbaikan Pelayanan dan Pajak Alkes demi Tahan Arus Wisata Medis ke Luar Negeri
BNPB mencatat penambahan korban jiwa terjadi di Aceh Utara sebanyak 14 orang, serta masing-masing satu orang di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Sumatera Barat.
Pemerintah terus mengintensifkan upaya penanganan darurat dan pemulihan untuk meminimalkan dampak lanjutan dari bencana tersebut.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.