Selain itu, hasil pembahasan dalam forum ini akan menjadi salah satu masukan strategis dalam penyusunan Blueprint SDM Kesehatan 2026–2035, yang akan menjadi pedoman arah pembangunan SDM kesehatan Indonesia dalam jangka panjang.
“Layanan kesehatan harus tetap mudah diakses, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Hasil HLMA akan menjadi masukan strategis penyusunan Blueprint SDM Kesehatan 2026–2035,” katanya.
Baca Juga:
Kemenkes Terapkan PTK Mandiri, Akses Obat dan Teknologi Medis Inovatif Dipercepat
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan, Bonanza Perwira Taihitu, menegaskan bahwa penguatan kualitas dan kapasitas SDM kesehatan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor kesehatan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, organisasi profesi, sektor swasta, hingga mitra pembangunan.
“Penguatan SDM kesehatan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, organisasi profesi, swasta, dan mitra pembangunan sangat diperlukan,” kata Bonanza Perwira Taihitu.
Baca Juga:
Kemenkes Tegaskan Nakes Berhak Hentikan Pelayanan Jika Terancam, RS Diminta Perketat Keamanan
Di sisi lain, Perwakilan WHO untuk Indonesia, N. Paranietharan, menilai pelaksanaan Health Labour Market Analysis menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem perencanaan tenaga kesehatan yang berbasis bukti ilmiah.
Ia mengatakan pendekatan tersebut juga sejalan dengan berbagai upaya yang dilakukan banyak negara dalam menghadapi perubahan kebutuhan layanan kesehatan akibat perkembangan teknologi, perubahan demografi, maupun tantangan kesehatan global.
“Di seluruh dunia, berbagai negara menyesuaikan sistem kesehatannya untuk merespons perubahan kebutuhan kesehatan, pergeseran demografis, dan teknologi baru. HLMA Indonesia adalah bagian upaya global yang terus berkembang untuk menggunakan bukti dalam perencanaan tenaga kerja kesehatan di masa depan,” kata Paranietharan.