WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gula bukanlah zat yang sepenuhnya buruk. Tubuh tetap membutuhkannya sebagai sumber energi. Namun, tidak semua gula diciptakan sama.
Ada gula alami seperti fruktosa pada buah dan laktosa pada produk susu, gula yang hadir bersama serat, vitamin, dan mineral sehingga relatif aman.
Baca Juga:
Catat! Ini Waktu Terbaik Olahraga untuk Turunkan Gula Darah
Sebaliknya, ada gula bebas, yaitu gula tambahan dari makanan olahan, minuman manis, madu, sirup, hingga jus buah tanpa pemanis. Inilah jenis gula yang perlu dibatasi.
Berapa banyak gula yang aman dikonsumsi?
Pemerintah Inggris merekomendasikan konsumsi gula bebas tidak lebih dari 30 gram per hari bagi orang dewasa, sekitar 7 sendok teh.
Baca Juga:
Baik atau Buruk? Air Kelapa untuk Penderita Diabetes
Di Amerika Serikat, American Heart Association menyarankan batas lebih rendah: 6 sendok teh per hari untuk perempuan dan 9 sendok teh untuk laki-laki.
Sumber gula tambahan pun sangat banyak. Mulai dari minuman manis seperti soda dan jus kemasan, kue, biskuit, cokelat, selai, bahkan saus. Satu kaleng soda bisa mengandung 9 sendok teh gula, melebihi batas harian hanya dari satu minuman.
10 tanda tubuh kebanyakan gula
Meknsir dari Kompas.com, Minggu (24/5/20260 berikut tanda-tanda tak terduga yang mungkin Anda alami jika konsumsi gula Anda berlebihan:
1. Muncul banyak jerawat
Lonjakan gula meningkatkan insulin yang dapat mengacaukan hormon. Akibatnya, kulit lebih mudah berminyak dan berjerawat seperti saat remaja.
2. Mudah lelah, bahkan setelah tidur cukup Gula dapat merusak kualitas tidur.
Selain itu, naik-turunnya gula darah membuat energi cepat turun dan Anda terus merasa letih.
3. Bau badan berubah
Konsumsi gula berlebih memicu pertumbuhan bakteri dan ragi, membuat keringat beraroma manis atau bahkan asam. Pada kondisi ekstrem, keringat berbau buah bisa menandakan ketoasidosis diabetik pada penderita diabetes.
4. Mood tidak stabil
Gula tinggi membuat energi naik drastis. Setelahnya, gula turun dan menjadikan mood ikut jatuh.
Inilah mengapa rasa mudah tersinggung atau moody bisa jadi tanda konsumsi gula berlebih.
5. Makanan alami terasa hambar
Jika stroberi terasa kurang manis, atau ubi manis terasa biasa saja, bisa jadi ambang manis Anda sudah meningkat. Tubuh mulai “ketagihan” rasa manis yang lebih kuat.
6. Lidah terasa berbulu atau kasar Gula memberi makan bakteri di mulut.
Ketidakseimbangan ini membuat lidah tampak putih, berlapis, dan terasa aneh.
7. Kulit gatal tanpa sebab jelas Peradangan akibat konsumsi gula tinggi bisa muncul sebagai rasa gatal misterius pada kulit.
8. Brain fog Sulit fokus, sering lupa, atau terasa linglung?
Penelitian menunjukkan gula berlebih dapat memicu peradangan pada otak dan mengganggu fungsi kognitif.
9. Perut kembung dan sering buang gas
Kelebihan gula mengganggu keseimbangan bakteri baik dan buruk di usus (dysbiosis) yang akhirnya memicu gas, kembung, dan gangguan pencernaan lainnya.
10. Muncul hasrat ngidam gula
Gula memicu pelepasan dopamin, hormon rasa senang. Ini membuat kamu ingin makan lebih banyak, menciptakan siklus ngemil gula yang sulit dihentikan.
Cara mengurangi asupan gula
Tidak realistis untuk menghindari gula tambahan sepenuhnya, tetapi Anda bisa membatasinya dengan langkah sederhana:
Perbanyak makanan utuh (whole foods) yang minim proses. Kurangi minuman manis dan beralih ke air, teh tanpa gula, atau infused water.
Perhatikan label kemasan, ada lebih dari 50 nama lain untuk gula. Pilih karbohidrat tinggi serat atau gandum utuh. Hindari menambahkan gula ke teh atau kopi jika tidak diperlukan.
Tanda-tanda diabetes pada tubuh
Sementara itu jika asupan gula tidak dikurangi, kita berisiko terkena diabetes. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ini ciri-ciri diabetes:
1. Rasa haus berlebihan (Polidipsia) Penderita diabetes biasanya merasakan haus yang tidak wajar. Hal ini terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan akibat sering buang air kecil. Untuk mengimbangi cairan yang hilang tersebut, tubuh memicu rasa haus berkali-kali.
2. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Kadar gula darah yang terlalu tinggi membuat sel tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai energi.
Akibatnya, tubuh memecah cadangan protein dari otot sebagai sumber bahan bakar alternatif, sehingga berat badan menurun drastis dalam waktu singkat meski tanpa diet.
3. Frekuensi buang air kecil meningkat (Poliuria)
Ginjal berusaha mengeluarkan glukosa berlebih dari darah, sehingga penderita menjadi sering buang air kecil, bahkan bisa lebih dari 5 liter per hari. Kondisi ini biasanya berlanjut hingga malam hari dan mengganggu tidur.
4. Infeksi jamur yang mudah berulang
Diabetes menyebabkan daya tahan tubuh melemah (imunosupresi), sehingga penderita lebih rentan terkena infeksi jamur, terutama candida. Jamur cepat berkembang pada lingkungan kaya gula, termasuk pada area kulit lipatan dan organ intim.
5. Iritasi dan ketidaknyamanan pada area genital
Kadar glukosa yang tinggi dalam urine dapat memicu iritasi pada area genital, yang ditandai dengan gatal, bengkak, hingga sensasi seperti sariawan. Kondisi ini sering dialami karena lingkungan lembap yang mengandung gula memudahkan infeksi.
6. Rasa lapar berlebihan (Polifagia)
Ketika kadar gula darah turun drastis, tubuh mengirim sinyal seolah belum memperoleh makanan. Akibatnya, penderita merasa lapar terus-menerus meski sudah makan cukup.
7. Luka sulit sembuh Tingginya kadar glukosa dalam darah dapat merusak pembuluh darah dan menghambat kerja sel endotel yang berperan dalam penyembuhan. Luka, infeksi, atau memar menjadi lebih lama sembuh, sehingga meningkatkan risiko komplikasi.
8. Masalah pada kulit Kulit kering dan gatal sering menjadi tanda awal diabetes.
Pada beberapa kasus, muncul pula kondisi seperti penggelapan kulit (acanthosis nigricans) di area leher atau ketiak, yang menandakan adanya resistensi insulin.
9. Penglihatan kabur
Gula darah tinggi bisa menyebabkan perubahan pada lensa mata yang memicu penglihatan kabur atau muncul kilatan cahaya. Jika dibiarkan bertahun-tahun, pembuluh darah retina dapat rusak dan menyebabkan risiko kebutaan.
10. Kesemutan atau mati rasa Kesemutan, mati rasa, rasa panas, atau bengkak pada tangan dan kaki adalah tanda kerusakan saraf akibat diabetes. Jika gula darah terus tinggi dalam waktu lama, kerusakan ini bisa permanen.
Kapan harus memeriksakan diri?
Jika kamu mengalami satu atau lebih gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan gula darah atau konsultasi dengan tenaga kesehatan. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, hingga kebutaan.
[Redaktur: Alpredo Gultom]