WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai menelusuri akar persoalan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Papua, khususnya pada fasilitas kesehatan rujukan yang belakangan menjadi sorotan publik.
Upaya pembenahan dilakukan melalui penguatan analisis, evaluasi, serta perbaikan tata kelola rumah sakit daerah oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Lanjutan.
Baca Juga:
Kemenkes Pastikan Influenza A H3N2 Subclade K Bukan Ancaman Serius
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan Gubernur Papua untuk menindaklanjuti kasus dugaan penolakan pasien yang menjadi perhatian masyarakat.
Langkah ini, kata dia, penting untuk memastikan mutu layanan kesehatan di Papua meningkat dan kejadian serupa tidak terulang.
“Sekarang kita sudah kirim tim, dan sudah sampai di sana untuk menganalisis masalahnya di mana. Tim ini kami kirim dari Rumah Sakit Harapan Kita karena ini rujukan ibu dan anak,” kata Budi Gunadi Sadikin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Baca Juga:
Imunitas Jadi Benteng Utama, Kemenkes Buka Opsi Vaksin Influenza Mandiri
Budi menambahkan bahwa Kemenkes tengah memprioritaskan pembenahan tata kelola rumah sakit, termasuk memastikan ketersediaan alat kesehatan dan tenaga medis.
Menurutnya, program penguatan fasilitas kesehatan juga tengah berjalan secara nasional untuk menutup kesenjangan layanan di berbagai daerah.
“Saya juga sudah komunikasi dengan Pak Gubernur, niatnya baik, dan beliau ingin agar ini diperbaiki. Untuk alat kesehatan, sampai 2027 kami akan melengkapi seluruh rumah sakit di 514 kabupaten dan kota,” ucap Menkes Budi.