Dari total data tersebut, sekitar 35 juta peserta PBPU teridentifikasi tidak tepat sasaran, sementara hanya sekitar 20 juta yang benar-benar memenuhi kriteria penerima bantuan.
"Itu ada juga 35 juta yang kita identifikasi berdasarkan data BPS yang kurang tepat sasaran. Kemudian PBU BP Kelas 3 itu juga ada 11 juta yang kurang tepat sasaran," ujar Budi.
Baca Juga:
FBI-Polri Bongkar Jaringan Phishing Global, Nilai Penipuan Tembus Rp 342 Miliar
Masalah serupa juga terjadi pada peserta PBPU BP Kelas 3 dengan sekitar 11 juta data dinilai tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan.
Sebagai langkah perbaikan, pemerintah berencana melakukan penataan ulang data penerima PBI agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
"Jadi ada beberapa teman kita di Desil 5 yang belum bisa masuk PBI. Nah, lebih baik kita kurangi yang Desil 10, yang 10 persen terkaya, kita hapus dia, kita alihkan kuotanya ke yang Desil 5," katanya.
Baca Juga:
Bobby Nasution Semprot Pegawai BUMD Diduga Sakau di Acara Resmi
Upaya ini akan dilakukan melalui integrasi dan sinkronisasi data agar distribusi bantuan kesehatan dapat lebih adil dan efektif bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.