Dari total data tersebut, sekitar 35 juta peserta PBPU teridentifikasi tidak tepat sasaran, sementara hanya sekitar 20 juta yang benar-benar memenuhi kriteria penerima bantuan.
"Itu ada juga 35 juta yang kita identifikasi berdasarkan data BPS yang kurang tepat sasaran. Kemudian PBU BP Kelas 3 itu juga ada 11 juta yang kurang tepat sasaran," ujar Budi.
Baca Juga:
Bupati Dairi Genjot Infrastruktur dan Penataan Aset, MARTABAT Prabowo-Gibran: Sejalan dengan Visi KEK Kardaiba
Masalah serupa juga terjadi pada peserta PBPU BP Kelas 3 dengan sekitar 11 juta data dinilai tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan.
Sebagai langkah perbaikan, pemerintah berencana melakukan penataan ulang data penerima PBI agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
"Jadi ada beberapa teman kita di Desil 5 yang belum bisa masuk PBI. Nah, lebih baik kita kurangi yang Desil 10, yang 10 persen terkaya, kita hapus dia, kita alihkan kuotanya ke yang Desil 5," katanya.
Baca Juga:
PLN Beri Diskon Tambah Daya hingga Juni 2026, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dorong Produktivitas Rumah Tangga dan UMKM
Upaya ini akan dilakukan melalui integrasi dan sinkronisasi data agar distribusi bantuan kesehatan dapat lebih adil dan efektif bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.