WAHANANEWS.CO, Jakarta - Fakta mengejutkan terungkap dari data penerima bantuan kesehatan nasional ketika pemerintah menemukan orang-orang kaya justru ikut menikmati subsidi yang seharusnya untuk masyarakat miskin.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Rabu (15/4/2026) terkait evaluasi data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Baca Juga:
Bupati Dairi Genjot Infrastruktur dan Penataan Aset, MARTABAT Prabowo-Gibran: Sejalan dengan Visi KEK Kardaiba
Ditemukan adanya anomali dalam penyaluran bantuan, di mana puluhan ribu peserta tidak tepat sasaran berdasarkan hasil konsolidasi data pemerintah.
"Kita melihat ada anomali bahwa uang yang kita bayarkan, itu tidak semuanya untuk 50 persen orang termiskin. Ada juga yang 10 persen orang terkaya pun kita bayarkan sesudah kita konsolidasikan data di BPS," ujar Budi.
Disebutkan bahwa setidaknya terdapat 47.210 penerima PBI yang dinilai tidak sesuai kriteria, termasuk dari kelompok masyarakat mampu.
Baca Juga:
PLN Beri Diskon Tambah Daya hingga Juni 2026, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dorong Produktivitas Rumah Tangga dan UMKM
Diungkapkan pula secara terbuka, bahkan pejabat internal Kementerian Kesehatan sempat masuk dalam daftar penerima bantuan tersebut.
"Saya, kalau saya boleh bercanda sedikit, Pak Kunta, Sekjen saya, dulu masuk di situ, gitu ya, pernah ya," ucap dia.
Selain itu, ketidaktepatan sasaran juga ditemukan pada kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang didanai pemerintah daerah.