Pada fase ini, ibu hamil diperbolehkan mengonsumsi asupan pendukung yang aman.
Namun, ia mengingatkan agar ibu tetap cermat memperhatikan kandungan produk yang dikonsumsi serta menghindari zat yang berpotensi memicu kontraksi dini.
Baca Juga:
Proyek BKG Bandung–Kawasaki Catat Dampak Positif bagi Lingkungan Air
Setelah melahirkan, pendampingan menyusui dapat difokuskan pada pemenuhan nutrisi yang telah melalui proses pengujian klinis.
Pendekatan ini bertujuan membantu menjaga volume serta kualitas ASI selama masa menyusui, sehingga kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi secara optimal.
Dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, menambahkan bahwa nutrisi pendukung alami seperti daun kelor, ikan gabus, dan daun katuk dapat membantu menjaga kualitas ASI.
Baca Juga:
Indonesia Luncurkan Jarum Suntik Halal Pertama dengan Teknologi E-Beam
Ia juga menyebut bahwa kenaikan berat badan bayi yang proporsional menjadi salah satu indikator pertumbuhan yang sehat pada bayi yang mendapatkan ASI secara optimal.
Selain paparan medis, pengalaman menyusui juga dibagikan oleh Mom Influencer Fanny Kondoh dan Hesfi Natia.
Keduanya mengungkapkan bahwa dukungan nutrisi yang berbasis medis memberikan dampak positif terhadap kualitas ASI, yang selanjutnya berpengaruh pada tumbuh kembang bayi secara lebih optimal.