WahanaNews.co | Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendapat undangan dari Harvard Medical School, Boston, Amerika Serikat untuk memaparkan inovasi tentang sejumlah kebijakan publik terkait kesehatan atau public health, pada Kamis (11/05) lalu.
Melalui keterangan resminya yang dikirimkan kepada media, salah satu yang dipaparkan Bupati Ipuk adalah upaya untuk menangani tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan serta stunting.
Baca Juga:
Berikut Tips untuk Menambah Berat Badan
Hal itu dipicu oleh keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di daerah-daerah terluar. Seperti halnya masyarakat yang tinggal di kawasan perkebunan di lereng-lereng gunung.
"Tantangan ini mengharuskan kami untuk berinovasi. Bagaimana mengatasi permasalahan tersebut dengan segala keterbatasan fasilitas dan anggaran," ungkap Ipuk.
Dari tantangan itu, katanya lagi, Banyuwangi menerapkan jurus gotong royong dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk keroyokan mengatasi persoalan.
Baca Juga:
Begini Anjuran Dokter Untuk Kebutuhan Minum Saat Berkendara Jarak Jauh
Salah satunya dengan membentuk Laskar Sakina (Stop Angka Kematian Ibu dan Anak). Laskar ini terdiri dari para ibu-ibu penjual sayur keliling.
"Mereka dilatih untuk mendampingi para ibu yang hamil di kawasan kerjanya untuk bisa melakukan pemeriksaan rutin. Sehingga, bisa dapat pelayanan kesehatan dengan baik. Termasuk mengidentifikasi jika ada balita berisiko stunting," jelas Ipuk pula.
Bahkan, kini diperluas tidak hanya melakukan pendampingan dan pemantauan, Laskar Sakina ini juga memberikan bantuan makanan bergizi untuk ibu hamil berisiko maupun kepada balita stunting.