Sementara itu, Duta Pemuda Pancasila Provinsi Maluku 2022, Gabiella Silooy mengajak anak muda Maluku agar bukan menjauhi para pengidap HIV/AIDS, tetapi menjauhi vinumnya.
Bagi anak muda yang mungkin tertular HIV/AIDS jangan patah semangat karena kita pasti bias mencapai cita-cita kita lewat apa yang kita miliki dan tidak perlu memedulikan apa yang dikatakan orang lain Karena masing masing punya bakatnya sendiri" katanya.
Baca Juga:
Mendesak, Organisasi Sipil ODHIV Kota Depok Butuhkan Dana Swakelola dari Pemerintah
Menurutnya, bagi ODHA yang belum mendapatkan perhatian dari pernerintah bukanlah suatu masalah. Tentunya, kata Gabiella, ODHA bisa menjalani hidup sendiri tanpa bergantung pada pemerintahan.
"Jadi tetap berpikir positif, tetap melakukan hal-hal yang positif, tetap mengembangkan apa yang ada dalam diri kita," pintanya.
Sebelumnya Yayasan Pelangi Maluku juga merilis jumlah penyintas HIV-AIDS di tahun 2021 sejumlah 357, HIV sebanyak 335 dan AIDS sebanyak 22.
Baca Juga:
KAKI: Peningkatan Kualitas Layanan Populasi Kunci ODHIV
Gabungan anak muda Maluku tersebut yakni, Forum Anak Negeri Soya, Forum Genre Provinsi Maluku, GWL Maluku, LP2B Maluku, Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja Negeri Soya, Yakomi Maluku, dan Huni Meku Manise.
Turut hadir pada acara tersebut, Putra Putri Pancasila, Komunitas B'Gaya Production, Putri Batik dan Putri Remaja Indonesia Maluku, serta masyarakat sekitar lainnya.
Renungan malam AIDS ini juga diisi dengan pantomim yang menyampaikan pesan-pesan positif kepada ODHA, serta pencegahan HIV/AIDS. Di akhir acara, gabungan sejumlah anak muda tersebut menyanyikan lagu-lagu semangat bersama. [sdy]