"Tapi itu tergantung teknik pijatnya, tentu harus yang ada tekniknya, bisa dipertanggungjawabkan. Jadi ya memang tidak boleh sembarangan juga," kata Andi.
Meski demikian, Andi sendiri tidak menyepelekan kerokan. Menurut dia, tidak disarankan bukan berarti sama sekali tidak boleh dilakukan.
Baca Juga:
Indonesia Jadi Negara dengan Konsumsi Mikroplastik Tertinggi, Pakar Peringatkan Dampaknya
Kerokan memang belum terbukti bisa menyembuhkan penyakit. Namun ada efek-efek tertentu yang membuat seseorang merasa nyaman saat dikerok.
Misalnya berkaitan dengan efek hangat setelah dikerok. Jika menggunakan balsam, rasa hangat ini bisa membuat tubuh lebih rileks. Tapi, tentu saja harus dilakukan dengan benar dan bersih.
"Karena kalau terlalu kuat, bisa berisiko terluka. Luka ini jadi infeksi bakteri," katanya.
Baca Juga:
BPJS Kesehatan Jakbar Targetkan 30 Persen dari 2,6 Juta Peserta Aktif JKN Mau Manfaatkan Program CKG
Hanya saja, satu hal yang pasti, agar kulit tak infeksi, koin atau alat kerok yang dipakai harus dipastikan kebersihannya.
Tujuannya, agar koin tak menimbulkan luka yang berisiko menjadi pintu masuk bakteri. [rgo]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.