Aji mengungkap mereka yang bekerja sebagai petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, pembersih selokan, hingga pekerja lab yang menangani reservoir, karena kerap melakukan kontak langsung dengan tikus.
Pasalnya, penularan bisa terjadi melalui gigitan, eksresi dan sekresi atau saliva, urine, feses, sampai aerosol penularan dari menghirup debu yang terkontaminasi.
Baca Juga:
Iran Bakal Serang Perusahaan Elon Musk di Timur Tengah, Upaya Balas Dendam
Meski begitu, Aji menekankan sejauh ini belum ada hantavirus yang menular antarmanusia di Indonesia, seperti yang terlaporkan pada kapal pesiar mewah MV Hondius, yakni jenis andes virus.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.