CDC melaporkan bahwa makanan olahan dan makanan yang dibawa pulang dari restoran menyumbang 75% dari total konsumsi garam di Amerika Serikat, dibandingkan dengan penggunaan garam rumahan. Mengurangi konsumsi garam tersembunyi akan melindungi ginjal Anda dari kerusakan dan perkembangan penyakit.
4. Soda dan minuman manis
Baca Juga:
Tekan Risiko Kanker, Pemkot Bekasi-Siloam Hadirkan Skrining Gratis bagi Ribuan Perempuan
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi soda secara rutin, baik yang mengandung gula maupun pemanis buatan, dapat berdampak negatif pada fungsi ginjal. Kombinasi pemanis buatan dan kandungan fosfat yang tinggi dalam minuman ini mempercepat penurunan fungsi ginjal.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum dua gelas atau lebih soda setiap hari berisiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal kronis karena perubahan gula darah dan tekanan darah, serta masalah penyaringan limbah.
Kombinasi karakteristik asam dan bergelembung dalam minuman soda menyebabkan dehidrasi dan pembentukan batu ginjal, yang memberikan tekanan tambahan pada ginjal. Minum air putih, teh herbal, dan jus buah encer (cold pressed) sebagai pengganti soda akan membantu Anda menjaga kesehatan ginjal seumur hidup.
Baca Juga:
Siswa SMKN 4 Samarinda Meninggal, Viral Diduga Akibat Sepatu Kekecilan
5. Makanan Tinggi Fosfor
Makanan olahan mengandung fosfor berlebih, yang secara alami terdapat dalam berbagai makanan, termasuk keju oles, daging olahan, soda, dan makanan panggang. Ginjal mengalami beban kerja berlebih karena harus membuang kelebihan fosfor, yang masuk ke dalam tubuh melalui zat aditif makanan tersembunyi ini.
Ginjal kehilangan kemampuannya untuk berfungsi dengan baik ketika terpapar fosfor dalam jangka waktu lama, yang mengakibatkan ketidakseimbangan mineral, gangguan tulang, dan penyakit jantung.