Ia menjelaskan bahwa tujuan pemeriksaan medis bukan semata-mata untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan pasien.
Lebih dari itu, dokter akan berupaya mengidentifikasi sumber permasalahan yang menjadi penyebab utama munculnya nyeri sehingga penanganan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
Baca Juga:
5 Buah yang Efektif Menurunkan Asam Urat dan Mencegah Kambuh
Menurut Yudi, kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan tulang dan sendi masih relatif rendah dibandingkan pemeriksaan kesehatan lainnya.
Selama ini, masyarakat lebih familiar melakukan pemeriksaan kolesterol, asam urat, gula darah, maupun pemeriksaan kesehatan umum secara berkala.
Sementara itu, pemeriksaan kondisi tulang, sendi, dan lutut sering kali baru dilakukan ketika keluhan sudah cukup berat.
Baca Juga:
WHO Soroti Ledakan Kasus Kolera di 31 Negara, Dorong Akses Air Bersih dan Vaksinasi
Dalam kasus gangguan lutut, Yudi menjelaskan bahwa tindakan penggantian sendi lutut umumnya diperuntukkan bagi pasien lanjut usia, khususnya mereka yang berusia di atas 65 tahun.
Pada kelompok usia yang lebih muda, dokter biasanya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan penyebab kerusakan atau nyeri pada lutut sebelum memutuskan tindakan yang paling sesuai.
“Karena penggantian sendi lutut itu biasanya kita gunakan pada pasien di atas umur 65 tahun. Karena pasien itu akan implantasi awet, aktivitasnya juga lebih bisa kita takar,” ujarnya.