Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, dengue juga menimbulkan beban ekonomi yang cukup besar.
Kerugian ekonomi akibat penyakit ini diperkirakan mencapai hampir Rp3 triliun setiap tahunnya.
Baca Juga:
Ketua Umum DPP Garpu Pietra M Paloh Kunker ke Jambi, sosialisasi dengan BTN Hingga buka bersama
Oleh karena itu, aliansi United Against Dengue hadir untuk memperkuat berbagai upaya pencegahan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mendorong implementasi intervensi kesehatan yang lebih efektif di tingkat masyarakat.
Program ini mengedepankan kolaborasi multisektor dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah serta inovasi untuk menekan penyebaran dengue.
Melalui kerja sama yang melibatkan pemerintah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, hingga masyarakat, berbagai strategi pencegahan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu.
Baca Juga:
Walikota Binjai Terima Audiensi Pengurus Palang Merah Indonesia , Ucapkan Selamat atas terbentuknya Kepengurusan yang baru
IFRC bersama para mitra juga berupaya menghubungkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari lembaga pemerintah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, hingga komunitas lokal.
Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta memperluas jangkauan program pencegahan dengue di berbagai daerah.
Ketua Bidang Kesehatan PMI, Fachmi Idris, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menghadapi ancaman penyakit menular seperti dengue.