Selain itu, kebiasaan membakar sampah secara terbuka masih banyak ditemukan di berbagai lingkungan, turut menyebarkan racun ke atmosfer.
Minimnya ruang terbuka hijau juga memperburuk situasi.
Baca Juga:
Prabowo: Silakan Kritik Pemerintah, Asal Bukan Fitnah dan Menjatuhkan Moral Bangsa
Jakarta kekurangan vegetasi yang berfungsi sebagai penyerap alami polutan, sehingga kualitas udara pun tidak dapat dinetralisir secara alami.
Polusi udara yang parah membawa dampak kesehatan serius.
Penyakit pernapasan seperti asma, bronkitis, dan kanker paru-paru menjadi ancaman nyata. Bahkan, risiko penyakit jantung meningkat akibat paparan polutan jangka panjang.
Baca Juga:
Siti Aisyah Ingatkan Pembahasan RUU Perampasan Aset Harus Hati-Hati dan Berkeadilan
Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit kronis adalah kelompok yang paling rentan terdampak.
Mereka membutuhkan perlindungan ekstra agar tidak terpapar partikel berbahaya di udara.
Dalam situasi ini, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi sangat penting.