Menurutnya, UEA akan terus mendukung berbagai upaya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia.
“Kami akan mencari area-area yang berbeda di mana kami bisa melakukan operasi seperti ini. Kami memiliki hubungan yang kuat dengan Republik Indonesia dan kami akan selalu berada di sisi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga:
UEA Negara Arab Pertama yang Membatasi Medsos Anak di Bawah 15 Tahun
Komitmen untuk memperluas layanan operasi katarak tersebut juga sejalan dengan tantangan kesehatan mata yang masih dihadapi Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono sebelumnya mengungkapkan, jumlah kasus katarak di Indonesia yang telah terdeteksi mencapai sekitar 600 ribu kasus.
Namun, angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan jumlah penderita katarak di Indonesia.
Baca Juga:
Ketegangan di Timur Tengah, Nuklirnya Diserang UEA Sebut Sudah 'Kelewat Batas'
Dante mengatakan, masih terdapat kemungkinan jumlah kasus sebenarnya jauh lebih tinggi karena data yang tersedia baru mencakup kasus yang telah teridentifikasi.
“Jumlah penyakit katarak di Indonesia itu kurang lebih ada 600 ribu kasus. Angka itu masih data yang terdeteksi, sebenarnya jumlahnya jauh lebih banyak daripada itu,” kata Dante Saksono Harbuwono saat diwawancarai di Rumah Sakit Khusus Mata Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat, 7 Agustus 2026.
Dengan tingginya jumlah kasus tersebut, perluasan program operasi katarak gratis dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap penanganan gangguan penglihatan.