WAHANANEWS.CO, Jakarta - Lonjakan kanker kolorektal atau kanker usus besar pada usia muda kini mendapat sorotan serius setelah sebuah studi terbaru menemukan kaitan kuat dengan kebiasaan mengonsumsi ultra processed food, jenis pangan yang kian mendominasi pola makan generasi muda.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi makanan ultra-proses berjalan seiring dengan naiknya kasus kanker usus besar dan rektum pada orang dewasa muda di berbagai negara, terutama Amerika Serikat, di mana makanan jenis ini kini mencakup sekitar 70 persen pasokan pangan dan hampir 60 persen asupan kalori harian orang dewasa.
Baca Juga:
Anak Aktif dan Ceria? Bisa Jadi Pencernaannya Sehat, Ini Tandanya!
Sejumlah riset sebelumnya telah mengaitkan tren tersebut dengan meningkatnya risiko berbagai jenis kanker, namun temuan terbaru ini memberikan bukti yang lebih spesifik pada kanker kolorektal dini.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah JAMA Oncology itu menjadi penelitian pertama yang secara khusus meneliti hubungan antara ultra processed food dan kemunculan adenoma kolorektal dini, yakni pertumbuhan jaringan abnormal di usus besar dan rektum yang berpotensi berkembang menjadi kanker sebelum usia 50 tahun.
Menurut hasil penelitian, jenis ultra processed food yang paling banyak dikonsumsi peserta meliputi roti dan menu sarapan instan, saus serta bumbu olahan, hingga minuman manis dan minuman buatan.
Baca Juga:
Ahli Gizi Ungkap Batas Normal Kentut dan Tanda Bahaya Pencernaan
Peserta dengan tingkat konsumsi ultra processed food tertinggi, yakni sekitar 10 porsi per hari, tercatat memiliki risiko 45 persen lebih besar mengalami pertumbuhan jaringan awal tersebut dibandingkan individu yang hanya mengonsumsi sekitar tiga porsi per hari.
“Temuan ini tidak bersifat definitif, tetapi memberikan petunjuk penting bahwa apa yang kita makan mungkin berperan,” ujar penulis senior studi, Dr Andrew Chan dari Mass General Brigham Cancer Institute.
Para peneliti juga menekankan bahwa ultra processed food selama ini telah dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan lain, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.