“Untuk sejauh mungkin, Anda harus mencoba menghindari ultra processed food dan menyusun diet Anda dari real food seutuhnya,” kata pendiri True Health Initiative, Dr David Katz.
Ia menjelaskan bahwa pola makan ideal sebaiknya didominasi oleh sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan atau legum, serta air putih sebagai asupan utama harian.
Baca Juga:
Anak Aktif dan Ceria? Bisa Jadi Pencernaannya Sehat, Ini Tandanya!
Ultra processed food umumnya mengandung berbagai zat aditif seperti pengawet, emulsifier, perisa buatan, serta bahan pemutih atau pengembang, dengan karakter rendah serat namun tinggi kalori, gula, lemak, garam, dan biji-bijian yang telah melalui proses pemurnian berulang.
Laporan tersebut juga menyoroti bahwa pertumbuhan jaringan abnormal di usus sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga kerap luput terdeteksi.
Namun, ketika ukuran pertumbuhan membesar, kondisi ini dapat memicu gejala seperti tinja berwarna gelap atau berdarah, nyeri perut, anemia, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, hingga konstipasi.
Baca Juga:
Ahli Gizi Ungkap Batas Normal Kentut dan Tanda Bahaya Pencernaan
Para ahli merekomendasikan agar skrining kanker kolorektal mulai dilakukan pada usia 45 tahun atau lebih dini bagi individu dengan riwayat keluarga penderita kanker usus besar, sebagaimana disarankan dalam pembaruan pedoman kesehatan global pada Senin (30/1/2025).
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]