"Semua pasien warga Badui yang dirujuk ke RSUD Banten itu karena tidak memiliki BPJS Kesehatan, sehingga bisa membuat SKTM yang diterbitkan kepala desa setempat," kata Arif.
Pihaknya selama sepekan terakhir ini merujuk tiga warga Badui yang mengalami persalinan darurat akibat pendarahan hebat.
Baca Juga:
Pemprov Sulbar Tanggung Iuran BPJS Kesehatan 34.446 Warga Tidak Mampu
Pasien seperti itu tentu harus cepat mendapatkan pertolongan medis, karena jika terlambat bisa mengakibatkan kematian.
Namun dari tiga persalinan darurat yang dialami warga Badui itu, Ibu Sati (25) mengalami musibah bayinya sudah meninggal dalam kandungan.
Bahkan bayinya itu meninggal sejak satu pekan akibat terlambat mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga:
Layanan BPJS Kesehatan Dipastikan Tidak Libur Selama Lebaran 2025
"Jika kami menerima laporan warga Badui kesulitan mendapatkan penanganan maupun perawatan medis, dilakukan secepatnya ke RSUD Banten dan selanjutnya membuat SKTM, sehingga mendapatkan pelayanan gratis," tutupnya.
[Redaktur: Zahara Sitio]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.