Menurut peneliti Braxton D. Mitchell dari University of Maryland School of Medicine, variasi gen yang berkaitan dengan golongan darah A dan O kemungkinan memiliki hubungan dengan kecenderungan pembentukan gumpalan darah. Gumpalan darah tersebut dapat menjadi salah satu penyebab stroke iskemik.
Meski demikian, temuan ini bukan berarti seseorang dengan golongan darah A pasti akan mengalami stroke. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami bagaimana hubungan tersebut terjadi.
Baca Juga:
Jangan Abaikan, 5 Tanda Stroke Bisa Muncul Sebulan Sebelum Serangan
Faktor yang memengaruhi risiko stroke
Menurut World Health Organization (WHO), faktor risiko stroke terbagi menjadi faktor yang dapat diubah dan faktor yang tidak dapat diubah.
Faktor tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan, gaya hidup, hingga riwayat medis seseorang. Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi risiko stroke.
Baca Juga:
Refleksi "Hari Kanker Se-Dunia"
1. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Hipertensi menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke. WHO menjelaskan, seseorang dengan hipertensi memiliki risiko hampir tiga kali lebih tinggi terkena stroke dibandingkan orang tanpa hipertensi.
2. Kebiasaan merokok