Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Survailans Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta itu, kondisi emosional juga berperan dalam meningkatkan konsumsi gula.
“Makanya orang yang stress atau sedang gundah, mereka senang makan makanan yang manis. Karena ada efek adiktif,” ujarnya.
Baca Juga:
Aktivis Jambi Desak Polres Tebo Menetapkan Hartono pemilik lahan PETI Ilegal Sumber Jadi Tersangka
Dari sisi kesehatan, konsumsi gula harian sebenarnya memiliki batas yang dianjurkan.
Mengacu pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization, asupan gula sebaiknya berada di kisaran 25 hingga 50 gram per hari, atau setara dengan sekitar 6 hingga 12 sendok teh.
Ironisnya, dalam satu botol minuman kemasan saja, kandungan gula dapat mencapai 7 hingga 9 sendok teh.
Baca Juga:
Kemenkes Catat Kemajuan, Papua Masih Jadi Tantangan Utama Eliminasi Malaria
Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan gula harian bisa dengan cepat terpenuhi bahkan terlampaui hanya dari satu jenis minuman.
“Artinya dengan mengkonsumsi minuman kemasan tadi tentu sudah terpenuhi (kebutuhan gula harian). Padahal kebutuhan gula itu kan tidak hanya dari minuman saja, tapi juga dari kue dan sebagainya yang tentu ada rasa manisnya,” katanya.
Tri juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam menerapkan sistem label gizi berbasis tingkat nutrisi atau nutri level pada produk makanan dan minuman kemasan.